Powered By Blogger

Senin, 23 Mei 2011

PERILAKU SEKS MENYIMPANG MENURUT PANDANGAN ISLAM (2)

A.ABNORMALITAS SEKS DILIHAT DARI PASANGANNYA
Homoseksual
Homoseksualitas merupakan rasa tertarik dan mencintai pada kelamin sejenis. Untuk kaum pria dikenal sebagai “gay” sadangkan pada wanita disebut “lesbian”.
Dalam hal ini Allah telah menggambarkan pada masyarakat Nabi Luth dan bukan tidak mungkin sejarah akan terulang kembali.
Allah SWT berfirman: “Dan (ingatlah kisah) Luth, ketika dia berkata kepada kaumnya: ‘Mengapa kamu mengerjakan perbuatan homoseksual/fashisyah itu sedangkan kamu memperlihatkannya?’Mengapa kamu mendatangi laki-laki untuk (memenuhi) nafsu (mu), bukan (mendatangi) wanita?Sebenarnya kamu adalah kaum yang tidak mengetahui (akibat perbuatanmu). Maka tidak lain jawaban kaumnya melainkan mengatakan :’Usirlah Luth beserta keluarganya dari negerimu: karena sesunggunya mereka itu orang-orang yang (menganggap dirinya) bersih.” (an Naml:54-56).
Itulah sebabnya dalam Islam hukuman terhadap pelanggaran seks yang abnormal amat berat, didera seratus kali, atau dikurung, dirajam hingga mati (an Nuur:2 dan an Nisa’:15-16) ini diharapkan agar reaksi berantai dari bencana akibat seks bisa dihilangkan.
Bagi umat Islam, pengembalian keyakinan kepada Illahi dengan memperbaharui keyakinan dosa dan kasih sayang Illahi dalam menerima taubat merupakan sarana terapi yang paling baik.
Bestiality
Tindakan pemuasan seks dengan menggunakan binatang dalam senggama.
Zoofilia
Rasa cinta yang abnormal kepada binatang, dan biasanya tidak terpisahkan dengan perilaku bestiality. Biasanya cara pemuasan seks mereka dengan jalan mengelus-elus binatang, melihat aktivitas seks binatang, tidur bersama, mencium dan memanipulasi tubuh binatang atau juga dengan menggunakan kulit binatang sebagai jimat atau simbol seks.
Nekrofilia
Menggunakan mayat sebagai media pemuas seks, baik dengan melihatnya atau senggama dengan mayat. Terkadang juga diikuti dengan pengrusakan pada mayat(mutilasi).
Pedofilia
Ialah orang dewasa yang menyalurkan kepuasan seksnya pada anak-anak.
Fetishisme
Tindakan seksual seseorang dengan menggunakan benda-benda tertentu sebagai simbol kekasih atau seks sebagai penyaluran .
Frottage
Orang yang menyalurkan kepuasan seksnya dengan cara membelai-belai, mengelus-elus dan maraba-raba orang yang disenanginya, tanpa disadari oleh sang korban. Pelaku biasanya seorang yang amat pemalu, diselimuti rasa rendah diri yang kronis, dan tidak berdaya dalam mengungkapkan keinginan untuk bersenggama.

Gerontoseksuality
Pemuda yang lebih menyukai berhubungan seks dengan wanita tua atau berumur lanjut.
Incest
Hubungan seks diantara pria dan wanita didalam ataupun diluar ikatan perkawinan, keduanya masih memiliki tali kekerabatan yang dekat. Secara hukum dan biologis (kesehatan) tidak diiznkan terjadinya hubungan seks tersebut,bahkan didalam Islampun telah dipertegas yaitu dalam firman Allah Q.S. An Nisa’:22-24 yang bunyinya:”Dan janganlah kamu kawini wanita-wanita yang telah dikawini oleh ayahmu, terkecuali pada masa yang telah lampau. Sesungguhnya perbuatan itu amat keji dan dibenci Allah dan seburuk-buruk jalan (yang ditempuh). Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu; anak-anakmu yang perempuan; saudara-saudaramu yang perempuan; saudara-saudara bapakmu yang perempuan; saudara-saudara ibumu yang perempuan; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan; ibu-ibumu yang menyusukan kamu; saudara perempuan sepersusuan, ibu-ibu istrimu (mertua); anak-anak istrimu yang dalam pemeliharaanmu dari istri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan istrimu itu (dan sudah kamu ceraikan), maka tidak berdosa kamu mengawininya; (dan diharamkan bagimu) istri-istri anak kandungmu (menantu); dan menghimpun (dalam perkawinan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan (diharamkan juga kamu mengawini ) wanita yang telah bersuami,….
Saliromania
Pria yang mendapatkan kepuasan seks dengan jalan mengotori atau menodai badan dan pakaian wanita, atau pengganti dan representan dari kaum wanita. Tindakan tersebut merupakan simbol kebencian dan dendam yang terlampiaskan dengan menodai tubuh wanita, patung wanita atau gambar dengan telur busuk , tinta,cat, ter, asam, kotoran manusia dan sebagainya.

B.ABNORMALITAS SEKS DILIHAT DARI CARA-CARA PEMUASANNYA
Onani atau masturbasi
Bentuk penyalahgunaan seksual ini dalam bentuk merangsang alat kelaminnya sendiri secara manual (dengan tangan), secara digital dengan jari atau cara lainnya.
Kalangan ulama Islam mempunyai pandangan yang berbeda mendudukkan hukum onani atau masturbasi ini. Dalam buku Halal dan Haram Dalam Pandangan Islam, Qardhawi memposisikan diri bersifat netral memandang masturbasi ini.ia katakan kebanyakan ulama mengharamkan perbuatan ini, seperti Imam Maliki. Dasar pengharaman ini adalah Alquran surat Al Mu’minun(23):5-7:”Dan orang-orang yang memelihara kemaluannya kecualinya istrinya atau hamba sahayanya, mereka yang demikian itu tidak tercela. Tetapi barangsiapa mencari selain yang sedemikian itu, maka mereka itu adalah orang-orang yang melampaui batas.”
Ahmad binHambal berpendapat , bahwa mani adalah barang kelebihan. Oleh karena itu boleh dikeluarkan ,seperti memotong daging lebih. Pendapat ini di perkuat oleh Ibnu Hazm.
Lain lagi dengan pandangan ulama-ulama Hanafiah , mereka memberikan batasan kebolehannya itu dalam dua perkara: karena takut berbuat zina, dan karena tidak mampu kawin.
Sadisme
Seorang yang mendapatkan kepuasan seks dengan cara menyiksa pasangannya secara fisik dan mental.
Masokhisme dan Sadomasokhisme
Cara pemuasan seks dengan cara menyakiti atau menyiksa diri sendiri secara mental dan fisik.
Vayeurisme, Peeping Tom
Ialah seorang yang mencari kepuasan seks dengan melihat orang telanjang atau senggama. Disebut juga “peeping Tom” karena cara yang ditempuh biasanya dengan diam-diam alias “ngintip”.
Ekshibisionisme
Merupakan cara pemuasan seks abnormal dengan jalan memperlihatkan genitalnya pada orang lain yang tidak ingin melihatnya.
Transvestitisme
Mendapat kepuasan seks dengan jalan mengenakan pakaian dari lawan jenisnya.
Transeksualisme
Gejala ketidakpuasan seseorang pada jenis kelamin yang dimilikinya karena merasa memiliki seksualitas yang berlawanan.
Troilisme atau Triolisme
Ialah seseorang yang melakukan senggama dengan cara mengajak orang ketiga untuk menonton pertunjukkan senggamanya. Adakalanya tonton-menonton ini dilakukan oleh dua pasang senggama, sehingga dapat saling menonton.
Seksualoralisme
Seseorang yang telah kehilangan orientasi vagina, atau kehilangan orientasi penis dalam senggama. Ia hanya bisa puas dan orgasme melalui tingkah laku fellatio (lidah) untuk stimulasi penis dan cunnilingus untuk oral stimulasi vagina.
Sodomi atau seksual analisme
Ialah pemakaian anus untuk bersenggama.
I.PENYAKIT-PENYAKIT KELAMIN

Yang dimaksud dengan penyakit kelamin adalah penyakit yang diakibatkan oleh infeksi dan diikuti peradangan dan ditularkan melalui hubungan seks. Awalnya dipergunakan istilah ‘penyakit kelamin’ (veneral diseases, VD), tetapi karena diketahui penyakit kelamin ini tidak hanya disebabkan oleh hubungan kelamin ada juga yang melalui cara lain, maka diperkenalkan istilah baru yaitu ‘penyakit hubungan seksual’(sexually transmitted diseases, STD).Berikut tabel ragam penyebab penyakit kelamin dengan ciri khasnya masing-masing.
Jenis-jenis penyakit dan Dampaknya

1.Bakteri
Neisseria gonorrhoeae




Chlamydia trachomatis Mycoplasma hominis Ureaplasma urealyticum

Treponema pallidum
Gradnerelia vaginalis
Haemophilus ducreyl
Donovania granulomatis

2.Virus
Herpes simplex virus
Herpes B virus
Human papiloma virus

Molluscum contagiosum virus
Human immunodeficiency virus

3.Protozoa
Trichomonas vaginalis


4.Jamur
Candida albicans



5.Ektoparasit
Phthirus pubis
Sarcoptes scabiei var.hominis


Menyebabkan berbagai radang pada saluran kelamin, dan berbagai kelenjar tubuh, seperti: Uritritis, epididimitis, servistis, proktitis, konjungtivis, bartholinitis
Menimbulkan berbagai paradangan pada saluran kelamin: uretritis, epididimitis, servistis, proktitis, salpingtis, imfoggranula venereum
Sifilis
Radang vagina (vaginistis)
Ulkus mole
Granula inguinale


Herpes genitalis
Hepatitis fulminan akut&kronik
Kondiloma akuminatum, papiloma larings pada bayi
Penyakit kulit Moluskum kontagiosum
AIDS (Acquired Immune Deficiency syndrome)


Peradangan pada vagina dan kepala zakar (vaginistis, uretritis, balanitis)


Peradangan bibir kemaluan, vagina, kepala dan kulup zakar (vulvoganitis, balantis, balanopositis)


Kutuan pada rambut kemaluan
kudisan


Kemunculan penyakit kelamin hendaknya dipandang positif untuk kontrol sosial berkaitan pada kebiasaan, sikap dan tingkah laku seks individu(Grimble,1987). Munculnya
epidemi penyakit kelamin ini adalah berhubungan dengan pola seks pembawa kuman yang berganti-ganti pasangan, terlibat pelacuran, melakukan homoseksual dan melakukan pelecehan seksual. Bahkan, penyebaran penyakit ini secara luas terjadi diluar hubungan seks, yaitu melalui transfusi darah.
Penderitaan yang dirasakan oleh orang yang terinfeksi penyakit kelamin bukan hanya siksaan fisik, akan tetapi juga menyiksa batinnya. Gejala-gejala yang yang paling umum biasanya meliputi: kecemasan, obsesi, rasa nyeri pada alat kelamin serta gatal-gatal tanpa sebab organis, depresi, impotensi serta dingin atau tidak bergairah.

HAYA’(RASA MALU) SEBAGAI TINDAKAN NORMALISASI
“Haya’,secara estimologis berarti rasa malu. Menurut terminologi Islam, haya’ berarti rasa malu yang dirasakan sebelum seseorang melakukan perbuatan dosa. Rasa malu ini merupakan suatu usaha untuk mencegah manusia dari perbuatan-perbuatan mesum dan tidak senonoh. Walaupun dalam kenyataannya manusia telah melakukan perbuatan dosa karena dorongan naluri kebinatangannya, tetapi kata hati nuraninya akan tetap merasakan rasa malu tersebut dan mencoba untuk menngembangkannya sebagai bagian dari mental seseorang. Sehingga perasaan ini merupakan kekuatan moral yang sangat besar dalam melawan kecenderungan dan niat-niat jahat.”
Dalam pandangan Maududi, rasa malu merupakan perangkat moralitas Islam yang sengaja dipupuk dan ditumbuhkan bersamaan dengan peraturan lainnya. Rasa malu(haya’)di arahkan kepada Tuhannya, kepada hati nuraninya dan kepada masyarakatnya. Ia merupakan moralitas dalam berpakaian, bergaul, kegiatan seks, bahkan dalam proses ibadah kepada Illahi, denngan Iman dan Takwanya. Dalam Quran dijelaskan:
“Dan ketahuilah olehmu bahwa di kalangan kamu ada Rasulullah. Kalau ia menuruti (kemauan) kamu dalam beberapa urusan benar-benarlah kamu akan mendapatkan kesusahan akan tetapi Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan menjadikan iman itu indah dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus.”(al Hujurat:7)
Perubahan mentalitas haya’ merupakan bagian dari penanaman nilai dan moral Islam secara keseluruhan. Nilai keimanan sebagai dasar pijakan dengan pemahaman makna syahadat beserta konsekuensi yang harus dibawa selama hidupnya. Nilai ibadah sebagai wujud penghambaan kepada Allah dan mekanisme penguat keyakinan pada secara sistematis dan periodik. Nilai akhlak, sebagai pedoman sikap baik dalam hubungannya dengan peribadatan maupun dalam pergaulan antar manusia, makhluk lain dan diri sendiri, sehingga didapat satu pola interaksi yang menguntungkan semua pihak dan menghindari perbuatan yang menimbulkan kerugian pihak diri sendiri dan pihak lain. Jika terjadi ketimpangan dari ketiga tata nilai utama tersebut, maka akan menimbulkan ketidakharmonisan dan akhirnya ketimpangan.



DAFTAR PUSTAKA

Marzuki Umar Sa’abah. Perilaku Seks Menyimpang dan Seksualitas Kontemporer Umat Islam. Yogyakarta : UII Press.

Lajnah pentashih Mushaf Al Qur’an Departemen Agama RI. 1989. Al Qur’an dan terjemahnya. Semarang : CV. Toha Putra.

Guyton, AC. 1994. Fisiologi Tubuh Manusia. Jakarta : Binarupa Aksara.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar