Powered By Blogger

Rabu, 11 Mei 2011

Asertif???

Terkadang kita di hadapkan pada suatu yang membuat kita dilema, kita dihadapkan sesuatu yang sebaiknya kita melakukan hal yang lebih penting untuk diri kita akan tetapi kita dihadapkan pilihan untuk membantu orang lain. Nah sebaiknya "Bagaimana ya kita menolaknya?" jawabnya adalah kita harus bisa bersikap ASERTIF.

Perilaku asertif merupakan terjemahan dari istilah assertiveness atau assertion, yang artinya titik tengah antara perilaku non asertif dan perilaku agresif (Horgie, 1990). Stresterhim dan Boer (1980), mengatakan bahwa orang yang memiliki tingkah laku atau perilaku asertif orang yang berpendapat dari oroentasi dari dalam, memiliki kepercayan diri yang baik, dapat mengungkapkan pendapat dan ekspresi yang sebenarnya tanpa rasa takut danberkomunikasi dengan orang lain secara lancar. Sebaliknya orang yang kurang asertif adalah mereka yang memiliki ciri terlalu mudah mengalah/ lemah, mudah tersinggung, cemas, kurang yakin pada diri sendiri, sukar mengadakan komunikasi dengan orang lain, dan tidak bebas mengemukakan masalah atau hal yang telah dikemukakan.(Blog Dunia Psikologi)

Menurut Suterlinah Sukaji (1983), perilaku asertif adalah perilaku seseorang dalam hubungan antar pribadi yang menyangkut ekspresi emosi yang tepat, jujur, relative terus terang, dan tanpa perasaan cemas terhadap orang lain. Sementara menurut Lange dan Jukubowski (1976), seperti yang dikutip oleh Calhoun (1990), perilaku asertif merupakan perilaku sesorang dalam mempertahankan hak pribadi serta mampu mengekspresikan pikiran, perasaan, dan keyakinan secara langsung dan jujur dengan cara yang tepat.(Blog Dunia Psikologi)

Dengan pengertian di atas kita harus bagaimana untuk melakukan sikap asertif?
di sini saya akan mencoba memberi tips untuk melakukan asertif:
1. kita harus berani untuk mengungkapkan apa yang ada di pikiran
2. menggunakan alasan yang jujur
3. menggunakan bahasa dan kalimat yang sopan dan halus agar orang lain tidak tersinggung
4. mampu mempertahankan bahwa urusan kita lebih penting dengan argumen yang tepat dan kuat
5. menggunakan kata maaf untuk mengakhiri perbincangan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar