A.ABNORMALITAS SEKS DILIHAT DARI PASANGANNYA
Homoseksual
Homoseksualitas merupakan rasa tertarik dan mencintai pada kelamin sejenis. Untuk kaum pria dikenal sebagai “gay” sadangkan pada wanita disebut “lesbian”.
Dalam hal ini Allah telah menggambarkan pada masyarakat Nabi Luth dan bukan tidak mungkin sejarah akan terulang kembali.
Allah SWT berfirman: “Dan (ingatlah kisah) Luth, ketika dia berkata kepada kaumnya: ‘Mengapa kamu mengerjakan perbuatan homoseksual/fashisyah itu sedangkan kamu memperlihatkannya?’Mengapa kamu mendatangi laki-laki untuk (memenuhi) nafsu (mu), bukan (mendatangi) wanita?Sebenarnya kamu adalah kaum yang tidak mengetahui (akibat perbuatanmu). Maka tidak lain jawaban kaumnya melainkan mengatakan :’Usirlah Luth beserta keluarganya dari negerimu: karena sesunggunya mereka itu orang-orang yang (menganggap dirinya) bersih.” (an Naml:54-56).
Itulah sebabnya dalam Islam hukuman terhadap pelanggaran seks yang abnormal amat berat, didera seratus kali, atau dikurung, dirajam hingga mati (an Nuur:2 dan an Nisa’:15-16) ini diharapkan agar reaksi berantai dari bencana akibat seks bisa dihilangkan.
Bagi umat Islam, pengembalian keyakinan kepada Illahi dengan memperbaharui keyakinan dosa dan kasih sayang Illahi dalam menerima taubat merupakan sarana terapi yang paling baik.
Bestiality
Tindakan pemuasan seks dengan menggunakan binatang dalam senggama.
Zoofilia
Rasa cinta yang abnormal kepada binatang, dan biasanya tidak terpisahkan dengan perilaku bestiality. Biasanya cara pemuasan seks mereka dengan jalan mengelus-elus binatang, melihat aktivitas seks binatang, tidur bersama, mencium dan memanipulasi tubuh binatang atau juga dengan menggunakan kulit binatang sebagai jimat atau simbol seks.
Nekrofilia
Menggunakan mayat sebagai media pemuas seks, baik dengan melihatnya atau senggama dengan mayat. Terkadang juga diikuti dengan pengrusakan pada mayat(mutilasi).
Pedofilia
Ialah orang dewasa yang menyalurkan kepuasan seksnya pada anak-anak.
Fetishisme
Tindakan seksual seseorang dengan menggunakan benda-benda tertentu sebagai simbol kekasih atau seks sebagai penyaluran .
Frottage
Orang yang menyalurkan kepuasan seksnya dengan cara membelai-belai, mengelus-elus dan maraba-raba orang yang disenanginya, tanpa disadari oleh sang korban. Pelaku biasanya seorang yang amat pemalu, diselimuti rasa rendah diri yang kronis, dan tidak berdaya dalam mengungkapkan keinginan untuk bersenggama.
Gerontoseksuality
Pemuda yang lebih menyukai berhubungan seks dengan wanita tua atau berumur lanjut.
Incest
Hubungan seks diantara pria dan wanita didalam ataupun diluar ikatan perkawinan, keduanya masih memiliki tali kekerabatan yang dekat. Secara hukum dan biologis (kesehatan) tidak diiznkan terjadinya hubungan seks tersebut,bahkan didalam Islampun telah dipertegas yaitu dalam firman Allah Q.S. An Nisa’:22-24 yang bunyinya:”Dan janganlah kamu kawini wanita-wanita yang telah dikawini oleh ayahmu, terkecuali pada masa yang telah lampau. Sesungguhnya perbuatan itu amat keji dan dibenci Allah dan seburuk-buruk jalan (yang ditempuh). Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu; anak-anakmu yang perempuan; saudara-saudaramu yang perempuan; saudara-saudara bapakmu yang perempuan; saudara-saudara ibumu yang perempuan; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan; ibu-ibumu yang menyusukan kamu; saudara perempuan sepersusuan, ibu-ibu istrimu (mertua); anak-anak istrimu yang dalam pemeliharaanmu dari istri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan istrimu itu (dan sudah kamu ceraikan), maka tidak berdosa kamu mengawininya; (dan diharamkan bagimu) istri-istri anak kandungmu (menantu); dan menghimpun (dalam perkawinan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan (diharamkan juga kamu mengawini ) wanita yang telah bersuami,….
Saliromania
Pria yang mendapatkan kepuasan seks dengan jalan mengotori atau menodai badan dan pakaian wanita, atau pengganti dan representan dari kaum wanita. Tindakan tersebut merupakan simbol kebencian dan dendam yang terlampiaskan dengan menodai tubuh wanita, patung wanita atau gambar dengan telur busuk , tinta,cat, ter, asam, kotoran manusia dan sebagainya.
B.ABNORMALITAS SEKS DILIHAT DARI CARA-CARA PEMUASANNYA
Onani atau masturbasi
Bentuk penyalahgunaan seksual ini dalam bentuk merangsang alat kelaminnya sendiri secara manual (dengan tangan), secara digital dengan jari atau cara lainnya.
Kalangan ulama Islam mempunyai pandangan yang berbeda mendudukkan hukum onani atau masturbasi ini. Dalam buku Halal dan Haram Dalam Pandangan Islam, Qardhawi memposisikan diri bersifat netral memandang masturbasi ini.ia katakan kebanyakan ulama mengharamkan perbuatan ini, seperti Imam Maliki. Dasar pengharaman ini adalah Alquran surat Al Mu’minun(23):5-7:”Dan orang-orang yang memelihara kemaluannya kecualinya istrinya atau hamba sahayanya, mereka yang demikian itu tidak tercela. Tetapi barangsiapa mencari selain yang sedemikian itu, maka mereka itu adalah orang-orang yang melampaui batas.”
Ahmad binHambal berpendapat , bahwa mani adalah barang kelebihan. Oleh karena itu boleh dikeluarkan ,seperti memotong daging lebih. Pendapat ini di perkuat oleh Ibnu Hazm.
Lain lagi dengan pandangan ulama-ulama Hanafiah , mereka memberikan batasan kebolehannya itu dalam dua perkara: karena takut berbuat zina, dan karena tidak mampu kawin.
Sadisme
Seorang yang mendapatkan kepuasan seks dengan cara menyiksa pasangannya secara fisik dan mental.
Masokhisme dan Sadomasokhisme
Cara pemuasan seks dengan cara menyakiti atau menyiksa diri sendiri secara mental dan fisik.
Vayeurisme, Peeping Tom
Ialah seorang yang mencari kepuasan seks dengan melihat orang telanjang atau senggama. Disebut juga “peeping Tom” karena cara yang ditempuh biasanya dengan diam-diam alias “ngintip”.
Ekshibisionisme
Merupakan cara pemuasan seks abnormal dengan jalan memperlihatkan genitalnya pada orang lain yang tidak ingin melihatnya.
Transvestitisme
Mendapat kepuasan seks dengan jalan mengenakan pakaian dari lawan jenisnya.
Transeksualisme
Gejala ketidakpuasan seseorang pada jenis kelamin yang dimilikinya karena merasa memiliki seksualitas yang berlawanan.
Troilisme atau Triolisme
Ialah seseorang yang melakukan senggama dengan cara mengajak orang ketiga untuk menonton pertunjukkan senggamanya. Adakalanya tonton-menonton ini dilakukan oleh dua pasang senggama, sehingga dapat saling menonton.
Seksualoralisme
Seseorang yang telah kehilangan orientasi vagina, atau kehilangan orientasi penis dalam senggama. Ia hanya bisa puas dan orgasme melalui tingkah laku fellatio (lidah) untuk stimulasi penis dan cunnilingus untuk oral stimulasi vagina.
Sodomi atau seksual analisme
Ialah pemakaian anus untuk bersenggama.
I.PENYAKIT-PENYAKIT KELAMIN
Yang dimaksud dengan penyakit kelamin adalah penyakit yang diakibatkan oleh infeksi dan diikuti peradangan dan ditularkan melalui hubungan seks. Awalnya dipergunakan istilah ‘penyakit kelamin’ (veneral diseases, VD), tetapi karena diketahui penyakit kelamin ini tidak hanya disebabkan oleh hubungan kelamin ada juga yang melalui cara lain, maka diperkenalkan istilah baru yaitu ‘penyakit hubungan seksual’(sexually transmitted diseases, STD).Berikut tabel ragam penyebab penyakit kelamin dengan ciri khasnya masing-masing.
Jenis-jenis penyakit dan Dampaknya
1.Bakteri
Neisseria gonorrhoeae
Chlamydia trachomatis Mycoplasma hominis Ureaplasma urealyticum
Treponema pallidum
Gradnerelia vaginalis
Haemophilus ducreyl
Donovania granulomatis
2.Virus
Herpes simplex virus
Herpes B virus
Human papiloma virus
Molluscum contagiosum virus
Human immunodeficiency virus
3.Protozoa
Trichomonas vaginalis
4.Jamur
Candida albicans
5.Ektoparasit
Phthirus pubis
Sarcoptes scabiei var.hominis
Menyebabkan berbagai radang pada saluran kelamin, dan berbagai kelenjar tubuh, seperti: Uritritis, epididimitis, servistis, proktitis, konjungtivis, bartholinitis
Menimbulkan berbagai paradangan pada saluran kelamin: uretritis, epididimitis, servistis, proktitis, salpingtis, imfoggranula venereum
Sifilis
Radang vagina (vaginistis)
Ulkus mole
Granula inguinale
Herpes genitalis
Hepatitis fulminan akut&kronik
Kondiloma akuminatum, papiloma larings pada bayi
Penyakit kulit Moluskum kontagiosum
AIDS (Acquired Immune Deficiency syndrome)
Peradangan pada vagina dan kepala zakar (vaginistis, uretritis, balanitis)
Peradangan bibir kemaluan, vagina, kepala dan kulup zakar (vulvoganitis, balantis, balanopositis)
Kutuan pada rambut kemaluan
kudisan
Kemunculan penyakit kelamin hendaknya dipandang positif untuk kontrol sosial berkaitan pada kebiasaan, sikap dan tingkah laku seks individu(Grimble,1987). Munculnya
epidemi penyakit kelamin ini adalah berhubungan dengan pola seks pembawa kuman yang berganti-ganti pasangan, terlibat pelacuran, melakukan homoseksual dan melakukan pelecehan seksual. Bahkan, penyebaran penyakit ini secara luas terjadi diluar hubungan seks, yaitu melalui transfusi darah.
Penderitaan yang dirasakan oleh orang yang terinfeksi penyakit kelamin bukan hanya siksaan fisik, akan tetapi juga menyiksa batinnya. Gejala-gejala yang yang paling umum biasanya meliputi: kecemasan, obsesi, rasa nyeri pada alat kelamin serta gatal-gatal tanpa sebab organis, depresi, impotensi serta dingin atau tidak bergairah.
HAYA’(RASA MALU) SEBAGAI TINDAKAN NORMALISASI
“Haya’,secara estimologis berarti rasa malu. Menurut terminologi Islam, haya’ berarti rasa malu yang dirasakan sebelum seseorang melakukan perbuatan dosa. Rasa malu ini merupakan suatu usaha untuk mencegah manusia dari perbuatan-perbuatan mesum dan tidak senonoh. Walaupun dalam kenyataannya manusia telah melakukan perbuatan dosa karena dorongan naluri kebinatangannya, tetapi kata hati nuraninya akan tetap merasakan rasa malu tersebut dan mencoba untuk menngembangkannya sebagai bagian dari mental seseorang. Sehingga perasaan ini merupakan kekuatan moral yang sangat besar dalam melawan kecenderungan dan niat-niat jahat.”
Dalam pandangan Maududi, rasa malu merupakan perangkat moralitas Islam yang sengaja dipupuk dan ditumbuhkan bersamaan dengan peraturan lainnya. Rasa malu(haya’)di arahkan kepada Tuhannya, kepada hati nuraninya dan kepada masyarakatnya. Ia merupakan moralitas dalam berpakaian, bergaul, kegiatan seks, bahkan dalam proses ibadah kepada Illahi, denngan Iman dan Takwanya. Dalam Quran dijelaskan:
“Dan ketahuilah olehmu bahwa di kalangan kamu ada Rasulullah. Kalau ia menuruti (kemauan) kamu dalam beberapa urusan benar-benarlah kamu akan mendapatkan kesusahan akan tetapi Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan menjadikan iman itu indah dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus.”(al Hujurat:7)
Perubahan mentalitas haya’ merupakan bagian dari penanaman nilai dan moral Islam secara keseluruhan. Nilai keimanan sebagai dasar pijakan dengan pemahaman makna syahadat beserta konsekuensi yang harus dibawa selama hidupnya. Nilai ibadah sebagai wujud penghambaan kepada Allah dan mekanisme penguat keyakinan pada secara sistematis dan periodik. Nilai akhlak, sebagai pedoman sikap baik dalam hubungannya dengan peribadatan maupun dalam pergaulan antar manusia, makhluk lain dan diri sendiri, sehingga didapat satu pola interaksi yang menguntungkan semua pihak dan menghindari perbuatan yang menimbulkan kerugian pihak diri sendiri dan pihak lain. Jika terjadi ketimpangan dari ketiga tata nilai utama tersebut, maka akan menimbulkan ketidakharmonisan dan akhirnya ketimpangan.
DAFTAR PUSTAKA
Marzuki Umar Sa’abah. Perilaku Seks Menyimpang dan Seksualitas Kontemporer Umat Islam. Yogyakarta : UII Press.
Lajnah pentashih Mushaf Al Qur’an Departemen Agama RI. 1989. Al Qur’an dan terjemahnya. Semarang : CV. Toha Putra.
Guyton, AC. 1994. Fisiologi Tubuh Manusia. Jakarta : Binarupa Aksara.
oneet konsultan
Berusaha membantu apa yang kamu hadapi
Senin, 23 Mei 2011
Jumat, 20 Mei 2011
PERILAKU SEKS MENYIMPANG MENURUT PANDANGAN ISLAM
Pepatah mengatakan , “jika tidak ingin basah, jangan main air’,artinya: jika tidak ingin susah, jangan main pelacur. Tidak ada didunia ini yang benar-benar gratis.semua hal menuntut timbal balik,hukum fisika mengatakan ada aksi maka ada reaksi.begitu juga dengan kesenangan seks bebas, ia menuntut eksploitasi,kekerasan,turunnya harga diri, pengukungan mental, dan kesehatan badan.
Sudah menjadi rahasia umum bagi orang yang terbiasa jajan seks, selesai hasrat terpuaskan, uang melayang , kecemasan datang dan mungkin juga tersisa rasa berdosa, kondisi emosi seksual yang meminta pelayanan seks yang terus minta variasi dan kecemasan penyakit kelamin yang ditularkan dari hubungan seks.
Jika kita sadar bahwa yang paling memahami karakter bawaan manusia adalah yang menciptakannya, Sang Khalik, maka layaklah kita katakan standar bersikap dan bertingkah laku yang dimaksud adalah sesuai dengan batasan-batasan wahyu. Untuk ajaran Islam, penggunaan nalar dalam usaha memahami ajaran-Nya sekaligus melaksanakannya, sangat ditekankan. “Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka jahanam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah ) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah),dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.” (al A’raf:179).
Dengan dasar ini,umat Islam memiliki kesempatan untuk mengkaji beragam pola hidup yang baik dan tidak baik dengan metode-metode yang dipahami akal. Sayangnya, manusia sering terjebak pada sikap terburu-buru dalam memutuskan mana yang baik , dan mana yang buruk. Disinilah pentingnya syariah, agar umat Islam tetap berada dalam batas boleh dan tidak boleh dilakukan, atau batas halal dan haram, dan tidak menggunakan standar boleh-tidak-boleh,baik-tidak-baik,yang tidak bisa dipertanggungjawabkan keabsahannya. Hal ini tiada lain guna terhindar dari penyesalan yang bakalan muncul belakangan.
SEKSUALITAS ABNORMAL
Apa yang dimaksud dengan normal dan abnormal? Satu tema dalam psikologi abnormal dan kesehatan mental hingga sekarang belum dapat menentukan norma yang sah mengenai normalitas lawan abnormalitas, demikian ujar Malik B. Badri.
Setidaknya , ia katakan ada tiga sudut pandang yang daoat diterima secara umum:
Pertama, berdasar norma patologis. Sudut pandang ini secara sederhana menganggap abnormalitas sebagai suatu penyakit, atau gangguan yang ditandai dengan munculnhya simtom-simtom atau gejala klinis tertentu yang mudah dikenali. Dengan demikian orang yang normal dikatakan orang yang tidak memiliki simtom-simtom yang dimaksud. Akan tetapi , B. Badri mengatakan , kriteria ini tidak lepas dari kritik , bahwa orang yang bebas sama sekali dari simtom merupakan sesuatu ideal yang tidak terdapat dalam realitas.
Kedua,sudut pandang statistik. B. Badri mengatakan : Disini dipergunakan grafik atau pendekatan matematis. Konsep grafik pendekatan statistik ini digambarkan melalui penyebaran kurva normal, sehingga kita bisa mellihat bahwa kebanyakan orang tersebar di bagian tengah grafik. Pada kedua tepian kurve yang berbentuk lonceng ini menunjukkan orang-orang yang normal. Dari sudut pandang ini orang-orang jenius dan mempunyai kestabilan emosi sama dengan mereka yang kemampuan mentalnya berada dibawah normal dan menderita neurotik.
Ketiga, dari sudut pandang budaya. B. Badri mengatakan , dari sudut pandang ini definisi normal dan abnormal semakin samar. Hal ini dikarenakan kriteria normal dan abnormal distandarkan pada lingkungan sosial budaya tempat individu tinggal. Karena itu, B. Badri melanjutkan , satu tingkah laku di sebuah negara dikatakan abnormal bisa berubah normal hanya setelah beberapa jam perjalanan udara, atau bahkan setelah beberapa tahun berada pada tempat yang sama.
Dari sudut pandang inilah para psikolog mendefinisikan tingkah laku dan mentalitas seseorang.Seseorang dikatakan normal jika memenuhi kriteria sebagai berikut:
- Memilliki persepsi yang efisien terhadap kenyataan.
- Mengenal diri sendiri.
- Mampu mengendalikan perilaku atas kehendak sendiri.
- Memiliki harga diri dan diterima oleh lingkungannya.
- Mampu memberi perhatian dan membina hubungan cinta kasih.
- Produtif.
Bagi umat Islam, ajarannya telah menetapkan apa yang layak dan apa yang tidak layak dilakukan manusia. Jika segala sesuatunya dilakukan dengan syariah, maka manusia dapat berfungsi sesuai dengan kehendak Sang Pencipta. Jika keluar dari syariah, maka manusia tersebut mengalami disfungsi sebagai insan.
Dengan demikian persepsi muslim tentang kriteria normal setidaknya memiliki ciri:
- Adanya kesadaran diri sebagai makhluk ciptaan Illahi yang memiliki kelebihan-kelebihan dan kekurangan-kekurangan.
- Berkemampuan menempatkan diri sebagai khalifah dimuka bumi dengan berperan sebagai rahmat bagi semesta alam.
- Memiliki kondisi mental yang tamyiz(memiliki kesadaran terhadap realita, benar atau salah) berupa: aktivitas hidupnya didasari iman, takwa dan amal saleh dengan ciri bergairah dan tenang-harmonis batinnya,efisien dalam setiap tindakan , memiliki integrasi dan regulasi terhadap struktur kepribadiannya, dan ada koordinasi dari segenap usaha dan potensinya.
Dari definisi diatas, ada tiga aspek yang dilingkupi: kondisi jasmani/tubuh, kondisi rohani,serta kondisi tingkah laku sebagai resultan antara jasmani dan rohani. Kondisi tidak normal dan gagal berfunngsi bisa saja berasal sejak lahir atau akibat aktivitas hidup, akibat kecelakaan, terpengaruh lingkungan dan lain-lain. Kondisi tidak normal sering kali dapat dirasakan orang tersebut sebagai kondisi yang tidak memuaskan, mengganggu dirinya atau orang lain.
Dalam hal seksualitas abnormal, kondisi di atas bisa menjadi penyebab. Banyak keluhan seksualitas disebabkan oleh aktivitas hidup, entah dialami semasa kecil, atau ketika dewasa. Bentuknya dapat berupa perlakuan yang tidak layak, seperti perlakuan kasar, kejam, atau yang menghambat tumbuh kembangnya. Dapat juga berupa tekanan emosional . penghinaan,kecaman atau pengaruh media.
Dengan banjirnnya informasi, manusia yang tidak memiliki karakter atau tidak memiliki jati diri yang teguh akan mudah terombang-ambing keadaan. Sekali lagi, bagi umat Islam hubungan seks yang normal adalah hubungan seks yang dibolehkan dalam Islam dan hubungan seks abnormal adalah hubungan seks yang terlarang dalam Islam atau bertentangan dengan fitrah manusia. Baginya, setiap kegagalan diterima jiwa besar, dan setiap keberhasilan diterima dengan syukur kepada yang memberi, bukan besar kepala pada diri sendiri.
- ABNORMALITAS SEKS DILIHAT DARI HASRAT SEKS DAN DERAJAT KEPUASANNYA
- Prostitusi/pelacuran
Menurut Dra. Kartini Kartono pelacuran merupakan bentuk penyimpangan seksual, dimana terdapat pola organisasi impuls-impuls/dorongan seks yang wajar. Ada dorongan seks yang tidak terintegrasi dalam kepribadian, dengan mana relasi sseks itu sifatnya impersonal, tanpa afeksi dan emosi (kasih sayang), berlangsunng cepat, tanpa mendapatkan orgasme di pihak wanita. Seks dijadikan barang dagangan sehingga terjadi komersialisasi seks, berupa penukaran keniukmatan seksual dengan benda/materi dan uang. Ada pelepasan nafsu seks tersebut dengan banyak orang.
- Promiscuity
Suatu pola hubungan seks bebas yang ekstrim, dengan banyak pasangan dan siapa saja. Wanita yang melakukan promiscous disebut amatrice, sedang untuk pria disebut amateur.
- Perzinahan (Adultery)
Merupakan hubungan seks yang dilakukan seorang yang telah terikat pernikahan dengan orang lain yang bukan pasangan sahnya.
- Seduksi dan perkosaan
Seduksi merupakan bentuk bujuk-rayu seseorang untuk berbuat mesum. Biasanya terjadi dengan alasan pembuktian cinta.Sedangkan pada peristiwa perkosaan, sang pemerkosa selalu didorong oleh nafsu-nafsu seks sangat kuat, dibarengi emosi-emosi yang tidak dewasa dan tidak mapan. Biasanya dimuati oleh unsur-unsur kekejaman dan sifat sadistis.
- Nimfomania
Merupakan kondisi wanita dengan nafsu seks yang luar biasa (hyperseks), dan selalu berkeinginan melampiaskan nafsu seksnya berulang kali. Seks bagi wanita ini telah menjadi candu. Sedangkan istilah yang dipakai bagi kaum laki-laki yang mempunyai hasrat seks yang terlalu menggebu-gebu atau hiperseksualitas disebut satyriasis.
- Frigiditas
Adalah wanita yang tidak atau kurang berkeinginan seks. Wanita tersebut tidak mampu menghayati proses cumbu rayu dalam bersenggama dan pada akhirnya sulit mencapai orgasme.
Pemecahannya adalah disesuaikan dengan penyebab timbulnya gangguan. Jika karena gangguan organis, maka pengobatan merupakan jalan keluarnya. Jika karena gangguan psikologis , merubah pola hidup yang sehat , dengan menghindari tekanan kehidupan atau menggali ketentraman jiwa lewat pendekatan kepada Allah SWT adalah alternatif yang terbaik, bukankah Allah berfirman : “( yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram ( Ar Ra’d:28).”
- Vaginismus
Ialah peritiwa kontraksi atau peregangan, pengerasan yang datang tiba-tiba ketika penis melakukan penetrasi yaitu pada bagian distal vagina. Jika penegangan sangat kuat, bisa terjadi penis yang masuk “terjepit” dengan kuat hingga tidak dapat keluar dari vagina. Peristiwa ini distilahkan “penis captivus”.
- Impotensi
Adalah pria yang tidak dapat melakukan senggama meskipun ada keinginan, akibat penis tidak mampu ereksi atau tidak mampu mempertahankan ereksinya.Seorang pria dikatakan mengalami impotensi jika telah mengalami dari tiga kali kegagalan dalam usaha senggama.
ABNORMALITAS SEKS DILIHAT DARI PASANGANNYA
- Homoseksual
Homoseksualitas merupakan rasa tertarik dan mencintai pada kelamin sejenis. Untuk kaum pria dikenal sebagai “gay” sadangkan pada wanita disebut “lesbian”.
Dalam hal ini Allah telah menggambarkan pada masyarakat Nabi Luth dan bukan tidak mungkin sejarah akan terulang kembali.
Allah SWT berfirman: “Dan (ingatlah kisah) Luth, ketika dia berkata kepada kaumnya: ‘Mengapa kamu mengerjakan perbuatan homoseksual/fashisyah itu sedangkan kamu memperlihatkannya?’Mengapa kamu mendatangi laki-laki untuk (memenuhi) nafsu (mu), bukan (mendatangi) wanita?Sebenarnya kamu adalah kaum yang tidak mengetahui (akibat perbuatanmu). Maka tidak lain jawaban kaumnya melainkan mengatakan :’Usirlah Luth beserta keluarganya dari negerimu: karena sesunggunya mereka itu orang-orang yang (menganggap dirinya) bersih.” (an Naml:54-56).
Rabu, 11 Mei 2011
Asertif???
Terkadang kita di hadapkan pada suatu yang membuat kita dilema, kita dihadapkan sesuatu yang sebaiknya kita melakukan hal yang lebih penting untuk diri kita akan tetapi kita dihadapkan pilihan untuk membantu orang lain. Nah sebaiknya "Bagaimana ya kita menolaknya?" jawabnya adalah kita harus bisa bersikap ASERTIF.
Perilaku asertif merupakan terjemahan dari istilah assertiveness atau assertion, yang artinya titik tengah antara perilaku non asertif dan perilaku agresif (Horgie, 1990). Stresterhim dan Boer (1980), mengatakan bahwa orang yang memiliki tingkah laku atau perilaku asertif orang yang berpendapat dari oroentasi dari dalam, memiliki kepercayan diri yang baik, dapat mengungkapkan pendapat dan ekspresi yang sebenarnya tanpa rasa takut danberkomunikasi dengan orang lain secara lancar. Sebaliknya orang yang kurang asertif adalah mereka yang memiliki ciri terlalu mudah mengalah/ lemah, mudah tersinggung, cemas, kurang yakin pada diri sendiri, sukar mengadakan komunikasi dengan orang lain, dan tidak bebas mengemukakan masalah atau hal yang telah dikemukakan.(Blog Dunia Psikologi)
Menurut Suterlinah Sukaji (1983), perilaku asertif adalah perilaku seseorang dalam hubungan antar pribadi yang menyangkut ekspresi emosi yang tepat, jujur, relative terus terang, dan tanpa perasaan cemas terhadap orang lain. Sementara menurut Lange dan Jukubowski (1976), seperti yang dikutip oleh Calhoun (1990), perilaku asertif merupakan perilaku sesorang dalam mempertahankan hak pribadi serta mampu mengekspresikan pikiran, perasaan, dan keyakinan secara langsung dan jujur dengan cara yang tepat.(Blog Dunia Psikologi)
Dengan pengertian di atas kita harus bagaimana untuk melakukan sikap asertif?
di sini saya akan mencoba memberi tips untuk melakukan asertif:
1. kita harus berani untuk mengungkapkan apa yang ada di pikiran
2. menggunakan alasan yang jujur
3. menggunakan bahasa dan kalimat yang sopan dan halus agar orang lain tidak tersinggung
4. mampu mempertahankan bahwa urusan kita lebih penting dengan argumen yang tepat dan kuat
5. menggunakan kata maaf untuk mengakhiri perbincangan
Perilaku asertif merupakan terjemahan dari istilah assertiveness atau assertion, yang artinya titik tengah antara perilaku non asertif dan perilaku agresif (Horgie, 1990). Stresterhim dan Boer (1980), mengatakan bahwa orang yang memiliki tingkah laku atau perilaku asertif orang yang berpendapat dari oroentasi dari dalam, memiliki kepercayan diri yang baik, dapat mengungkapkan pendapat dan ekspresi yang sebenarnya tanpa rasa takut danberkomunikasi dengan orang lain secara lancar. Sebaliknya orang yang kurang asertif adalah mereka yang memiliki ciri terlalu mudah mengalah/ lemah, mudah tersinggung, cemas, kurang yakin pada diri sendiri, sukar mengadakan komunikasi dengan orang lain, dan tidak bebas mengemukakan masalah atau hal yang telah dikemukakan.(Blog Dunia Psikologi)
Menurut Suterlinah Sukaji (1983), perilaku asertif adalah perilaku seseorang dalam hubungan antar pribadi yang menyangkut ekspresi emosi yang tepat, jujur, relative terus terang, dan tanpa perasaan cemas terhadap orang lain. Sementara menurut Lange dan Jukubowski (1976), seperti yang dikutip oleh Calhoun (1990), perilaku asertif merupakan perilaku sesorang dalam mempertahankan hak pribadi serta mampu mengekspresikan pikiran, perasaan, dan keyakinan secara langsung dan jujur dengan cara yang tepat.(Blog Dunia Psikologi)
Dengan pengertian di atas kita harus bagaimana untuk melakukan sikap asertif?
di sini saya akan mencoba memberi tips untuk melakukan asertif:
1. kita harus berani untuk mengungkapkan apa yang ada di pikiran
2. menggunakan alasan yang jujur
3. menggunakan bahasa dan kalimat yang sopan dan halus agar orang lain tidak tersinggung
4. mampu mempertahankan bahwa urusan kita lebih penting dengan argumen yang tepat dan kuat
5. menggunakan kata maaf untuk mengakhiri perbincangan
Selasa, 10 Mei 2011
new n news
Assalamualaikum wr.wb.. saya pemula yang bermaksud memberikan pelayanan ngobrol tentang apapun dan masalah apapun..mudah-mudahan saya bisa membantu apa yang anda rasakan dan apa yang anda pikirkan
Langganan:
Komentar (Atom)
